Sabtu, 08 Desember 2012

makalah administrasi

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ................................................................................ ii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iii
BAB II POKOK BAHASAN .................................................................... 1
2.1 ADMINISTRASI ..................................................................... 2
2.1.1 Pengertian Administrasi ................................................ 2
2.1.2 Makna Administrasi ...................................................... 2
2.1.3 Peralatan dan Perlengkapan .......................................... 3
2.1.4 Jenis-Jenis Administrasi ................................................ 3
2.1.5 Dasar-Dasar Administrasi ............................................. 4
2.1.6 Asas-Asas Administrasi ................................................ 4
2.1.7 Prinsip-Prinsip Kurikulum ............................................ 5
2.1.8 Tujuan Administrasi ...................................................... 6
2.2 MANAJEMEN PENDIDIKAN ................................................ 6
2.2.1 Pengertian Administrasi, Organisasi, Manajemen ......... 6
2.2.2 Istilah-Istilah Dalam Manajemen ................................... 6
2.2.3 Hubungan Antara Manajemen dan Administrasi .......... 7
2.2.4 Hubungan Antara Manajemen dan Manusia ................. 7
2.2.5 Mashab-Mashab Penting Dalam Manajemen ................ 8
2.2.6 Aspek-Aspek Manajemen .............................................. 8
2.2.7 Type-Type Manajemen .................................................. 9
2.2.8 Tipe-Tipe Leadership Manajemen ................................. 9
BAB III PENUTUP ...................................................................................
13
iii
BAB I
PENDAHULUAN
Untuk lebih memahami administrasi dan manajemen kita harus lebih
memahami administrasi dan manajemen, ketika didalam kehidupan tidak adanya
interaksi yang terjadi tidak berjalan dengan baik. Begitupun, administrasi dan
manajemen organisasi dapat berjalan dengan baik dan benar.
1
BAB II
POKOK BAHASAN
DASAR-DASAR ILMU ADMINISTRASI
2.1 Pendahuluan
Tidak ada satu hal untuk abad modern sekarang ini yang lebih penting
dari administrasi (Charles A Beard).
2.1.1. Beberapa Pengertian Administrasi
Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua
orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas/pikiran
tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
(Sondang P. Siagian).
Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan
terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh kelompok orang
dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. (The Liang Gie).
Administrasi adalah usaha bersama untuk mendaya-gunakan
semua sumber dan efisien guna untuk menunjang tercapainya tujuan
pendidikan (Depdikbud RI).
Administrasi pendidikan adalah segenap proses pengarahan
pengintegrasian material yang bersangkut-paut dengan pencapaian
tujuan pendidikan. (M. Ngalim Purwanto).
Administrasi pendidikan adalah suatu proses kegiatan bersama
dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian, pembiayaan dan pelaporan
dengan menggunakan atau memanfaatkan material yang tersedia baik
personel, material maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan
secara efektif dan efisien (Depdikbud RI).
2.1.2. Tiga Makna Administrasi
Administasi sebagai seni adalah suatu proses yang diketahui
hanya suatu proses yang diketahui hanya permulaannya sedang akhirnya
tidak ada.
2
Mempunyai unsur 2 tertentu, yaitu : ada tujuan yang hendak
dicapai, ada tugas atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan, adanya
peralatan dan perlengkapan untuk melaksankaan tugas-tugas. Sebagai
proses kerjasama.
2.1.3. Peralatan dan perlengkapan adm
1. Jumlah orang yang terlibat;
2. Sifat dan tujuan yang hendak dicapai;
3. Ruang lingkup serta aneka ragamnya tugas tugas yang hendak
dijalankan;
4. Sifat yang dapat diciptakan dan dikembangkan. (to be continued).
Secara “aksiomatis” dapat dikatakan bahwa semakin sedikit
jumlah orang yang terlibat, semakin sederhana tujuan yang hendak
dicapai serta makin sederhana tugas-tugas yang hendak dilaksanakan,
semakin sederhana pula peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Sifat, ruang lingkup dan bentuk kegiatan adm berbeda dari
zaman ke zaman yang lain; ia berbeda pula dari satu masyarakat ke
masyarakat yang lain; ia berbeda pula dari satu waktu dan kondisi ke
lain waktu dan kondisi.
2.1.4. Jenis-Jenis Administrasi
Administrasi Negara
Administrasi Negara Secara Singkat dan sederhana dapat
didefinisikan sebagai keseluruhan kegaitan yang dilakukan oleh seluruh
aparatur pemerintah dari suatu negara dalam usaha mencapai tujuan
negara.
Administrasi Niaga
Administrasi niaga dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kegiatan
mulai dari produksi barang atau jasa tersebut di tangan konsumen.
Manusia
Manusia sebagai mahluk termulia di muka bumi semakin lama semakin
cerdas. Kecerdasan yang semakin cerdas itu mengakibatkan manusia
telah dijuluki dengan berbagai predikat seperti homo faber, homo
3
sepiens, homo politicus dan homo ekonomikus. Manusia modern adalah
homo administracus serta organizationman.
2.1.5. Dasar-Dasar Administrasi
Dasar Administrasi
1. Prinsip Efisiensi
Seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bilamana dia
efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga, dana dan
fasilitas yang ada.
2. Prinsip Pengelolaan
Administrasi akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien
melalui orang-orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan
manajemen,
yakni
merencanakan,
mengorganisasikan,
mengerahkan dan mengontrol.
3. Prinsip Pengutamaan Tugas Pengelolaan
Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang
sama, seseorang administrasi cendrung untuk memberikan prioritas
pertama pada pekerjaan operatif.
4. Prinsip Kepemimpinan yang Efektif
Seorang administrator yang berhasil dalam tugasnya apabila ia
menggunakan
gaya
kepemimpinan
yang
efektif
yang
memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia (human
relationship), dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan
kondisi yang ada.
5. Prinsip Kerjasama
Seorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia
mampu mengembangkan kerjasama diantara orang-orang yang
terlibat, baik secara horisontal maupun secara vertikal.
2.1.6. Dua Asas Administrasi
1. Asas Idiil
Pelaksanaan adm pendidikan di suatu negara tergantung pada sistem
pendidikan yang dianut oleh suatu negara. Sistem pendidikan yang
4
dianut oleh Negara Indonesia adalah sistem pendidikan pancasila, yaitu
sistem pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan pada pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945. Karena administrasi pendidikan pada
hakekatnya adalah subsistem dari sistem pendidikan secara luas, maka
landasan idiil yang digunakan dalam kegiatan administrasi pendidikan
di sekolah juga Pancasila dan UUD 1945.
2. Asas Operasional
Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional yang tercantum
dalam GBHN, sistem pendidikan di sekolah di Indoensia telah
mengalami pembaharuan, Upaya pembaharuan ini dilakukan antara
lain untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah.
Bentuk pembaharuan sistem pendidikan di sekolah itu tertuang dalam
bentuk
kurikulum.
Kurikulum
inilah
yang
menjadi
landasan
operasional dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.
2.1.7. Prinsip-Prinsip Kurikulum
5 (lima) Prinsip Kurikulum
1. Prinsip Fleksibilitas
Dalam melaksanakan kegiatan administrasi hendaknya mengingat
faktor-faktor ekosistem dan kemampuan untuk menyediakan
fasilitas itu.
2. Prinsip Efisien dan Efektivitas
Pada hekekatnya efisiensi tidak hanya menyangkut penggunaan
waktu
secara
tepat,
melainkan
juga
menyangkut
masalah
pendayagunaan tenaga secara optimal.
3. Prinsip berorientasi pada tujuan
Sesuai dengan pendekatan sistem maka semua kegiatan pendidikan
harus berorientasi pada tujuan. Karena administrasi di sekolah
merupakan komponen input instrumental dalam sistem pendidikan
maka untuk tercapainya tujuan tersebut, tujuan operasional yang
sudah dirumuskan itu juga menjadi gantungan orientasi yang sudah
5
dirumuskan juga menjadi gantungan orientasi bagi pelaksanaan
kegiatan administrasi di sekolah.
2.1.8. Tujuan Administrasi
Menurut Sergiovanni dan Cever (1975) ada 4 tujuan administrasi
yaitu : efektivitas produksi, efisiensi, kamampuan menyusuikan diri
(adaptiveness), dan kepuasan kerja. Keempat tujuan tersebut dapat
digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu
penyelenggaraan sekolah.
2.2 Manajemen Pendidikan
2.2.1. Pengertian-Pengertian
1. Administrasi adalah fungsi dari pada, atau apa yang harus dijalankan
oleh setiap orang yang memimpin atau mengepalai kantor.
2. organisasi adalah struktur tata-pembagian kerja dan struktur tata-
hubungan kerja antara sekelompok orang yang masing-masing
memegang dan menjalankan jabatan (job), posisi (position) atau
fungsi (fungtion) dan yang harus bekerjasama secara tertentu
(melalui sistem) untuk mencapai atau menyelesaikan suatu tujuan
bersama yang tertentu.
3. Managemen adalah perencanaan, pengaturan, pembinaan, dan
pengawasan dari pada semua macam kegiatan organisasi.
2.2.2. Istilah-Istilah dalam Manajemen
Sesuai dengan jenis atau tipe manajemen, dalam Bahasa Indonesia
terdapat berbagai istilah yang dipergunakan tapi yang lebih sering
digunakan adalah manejemen. Adapun istilah-istilah yang terkenal
adalah:
Pengurus atau pengurusan; adalah manajemen yang diangkat melalui
pemilihan, dan oleh sebab itu dalam menjelankan menajemen bersifat
demokrastis.
6
Ketatalaksanaan; adalah menajemen yang bersifat manata, mengatur
pelaksanaan, dan melaksanakan keputusan-keputusan atau perintah-
perintah atasan.
Pengelolaan; adalah manajemen daripada sumberdaya-sumberdaya,
misalnya pengelolaan personil, pengelolaan kuangan, pengelolaan
material dan sebagainya.
Pengendalian; adalah manajemen daripada situasi atau kondisi,
misalnya pengendalian wilayah, adalah manajemen keamanan dan
ketertiban wilayah.
Pembinaan, adalah manajemen yang bersifat pengembangan dari pada
jiwa atau kemampuan atau keahlian seseorang atau orang-orang,
kelompok,
masyarakat.
Misalnya
pembinaan
ditekankan
pada
pembinaan masyarakat.
2.2.3. Manajemen dan Administrasi
Salah satu perkembangan baru dalam ilmu administrasi dan manajemen
adalah timbulnya kesadaran para ahli tentang pentingnya pendalaman
dari pada proses perumusan kebijaksanaan dan pengembangan strategi
bagi organisasi. Alasan pokok mengapa demikian adalah oleh karena
top manajemenlah yang melihat organisasi dalam totalisasinya.
Di Indonesia terdapat 2 istilah, 2 pengertian yang kedudukan yaitu
ADMINISTRASI dan MANAJEMEN.
Di Inggris “administrasi” itu merupakan bagian dari manajemen.
Di Eropa Daratan (Jerman, Perancin, Belanda, Itali dan sebagainya) apa
yang disebut manajemen merupakan bagian dari administrasi.
Administrasi yang kita kenal di Indonesia terdiri atas; organisasi, tata
usaha, dan pengelolaan.
2.2.4. Manajemen dan Manusia
Menurut Prof. Dr. Mr. S. Prayudi Atmosudirjo semua teori manajemen
yang dikembangkan oleh para mashab ilmu manajemen secara langsung
atau tidak langsung berpangkal tolak pada faktor manusiawi.
7
Manajemen senantiasa pada setiap keputusan dan tindakan ekonomis.
Manajemen hanya dapat membenarkan eksistensinya serta otoritasnya
pada hasil ekonomi yang dicapainya.
Pihak manajer dapat memperbaiki hasil pekerjaannya dalam bidang
manajemen inklusif me-manage sebuah perusahaan dengan jalan
mempelajari asas-asas secara sistematis melalui cara pencapaian
pengetahuan yang terorganisir serta analisis sistematis dari pada hasil
perkerjaannya sendiri dalam semua bidang pekerjaannya dan pada
semua tingkat manajemen.
2.2.5. Mashab-Mashab Penting dalam Manajemen
1. Mashab Manjemen Tradisional
2. Mashab manajemen kebiasaan
3. Mashab manajemen ilmiah
4. Mashab manajemen sistematis
5. Mashab manajemen perilaku manusia
6. Mashab manajemen sistem sosialis
7. Mashab manajemen desisional
8. Mashab manajemen legalitas
9. Mashab manajemen prosesual
10. Mashab manajemen kuantitatif
11. Mashab manajemen sistema
2.2.6. Aspek Penting Manajemen
1. Manajemen merupakan suatu bentuk kerja artinya tanpa kita memahami
dan menjalankan “kerja” kita tidak akan bisa menjalankan manajemen,
karena manajemen itu adalah bekerja di dalam, dengan dan melalui suatu
team atau kelompok orang-orang pekerja.
2. Manajemen merupakan suatu sistem kerja, merupakan serangkaian
prosedur-prosedur kerjasama tertentu.
3. Manajemen merupakan fungsi yang harus dijalankan oleh orang yang
berfungsi memimpin dan mengendalikan organisasi sebagai suatu sistem
kerjasama. Orang itu disebut manager.
8
2.2.7. Tipe-Tipe Manajemen
Jika mempelajari sejarah bahwa setiap masyarakat manusia itu selalu
terdiri atas 3 golongan orang-orang yaitu : (a) golongan pemimpin,
terdiri atas orang-orang yang bakat atau kesenangannya adalah
menggerakkan atau memimpin orang-orang lain, (b) golongan
menengah, golongan independen terdiri atas orang-orang yang
perhatiannya dicurahkan kepada ilmu, keahlian, kejuruan, tehnik
dagang, kedokteran, hukum, (c) golongan bawahan terdiri atas orang-
orang yang tidak mampu atau mememang tidak senang mengurus
dirinya sendiri sehingga kesenangannya adalah mengikuti orang lain
sebagai pemimpin mereka.
2.2.8. Tipe-Tipe Leadership Manajemen
Dilihat dari segi tipe leadership yang menjadi inti pada manajemen,
maka dapat dibedakan berbagai tipe manajemen yaitu:
1. Manajemen tradisional
2. Manajemen Bapak-Isme
3. Manajemen Sistematis
4. Manajemen Ilmiah atau Scientific Management
Manajemen Tradisionil
Manajemen tradisionil adalah manajemen yang berjalan karena tradisi,
berdasarkan kebiasaan yang dipupuk secara bertahuan-tahun dan
seringkali
secara
sistematis.
Manajemen
tradisionil
bukanlah
manajemen yang tidak baik, hanya kelemahannya terutama pada 2 hal :
(a) pengembangannya lambat sekali, memerlukan waktu bertahun-tahun
mungkin sampai puluhan tahun. (b) penggunaannya terbatas, hanya
dapat dipakai dalam mengahadapi bidan usaha atau pekerjaan yang
terbatas. Pada jaman pendudukan Jepang manajemen tradisionil ini
mulai hilang oleh karena tenaga-tenaga (Belanda) yang menggerakkan
dan menghidupkan tradisi tersebut ditawan dan dibunuh.
9
Manajemen Bapak- Isme
Adalah manajemen yang berjalan karena pandangan dan ketaatan
bawahan terhadap menager-nya sebagai bapak sudah sepatutnya atau
sepantasnya ditaati dan dituruti kemauannya sebalik-baliknya. Jadi
disini ketaatan dan ketertiban itu terdasar atas perasaan segan dan
sayang kepada si bapak. Manajemen bapak-isme dapat berjalan
memandang terhadap atasannya sebagai bapak, dan selama atasan itu
dalam sikap serta sepak terjangnya memang dapat memperoleh respek.
Kelemahan manajemen Bapak-Isme
1. Pengurusan dari pada hal-hal yang zakelijk (tegas) didasarkan atas
perasaan, sehingga selalu akan gagal.
2. Penggantian pimbinaan sukar, oleh sebab tidak banyak orang yang
dapat berperan sebagai bapak.
3. Manajemen semacam itu hanya dapat digunakan dalam lingkungan
usaha kecil.
4. Kerjasama atas dasar perasaan, lambat laun akan mengalami
keretakan yang tidak dapat diperbaiki dengan menggunakan
perasaan.
Dalam manajemen
bapak-isme
ini,
segalanya
akan
mengikuti
kepribadian dan kemampuan si bapak, tatacara kerja, luas dan bentuk
organisasi, norma-norma kepegawaian, dan sebagainya.
Dengan demikian maka jelaslah bahwa manajemen tidak dapat
berlangsung menurut asas-asas yang rasionil menuju efisiensi dan
peningkatan produktifitas, melainkan didorong oleh rasa mengabdi
kepada si bapak, dan semua orang mengikuti apa kata atau kehendak
bapak. Tapi apabila si bapak bisa berfikir rasionil dalam menjalankan
fungsi manajemen maka ini merupakan tipe manajemen yang unik dan
ampuh.
Manajemen Sistematis
Adalah jenis manajemen yang terutama digemari oleh para insinyur dan
tehnisi pada umumnya berjiwa eksakta. Penyelenggaraan pekerjaan
10
dalam rangka manajemen sistematis ini, termasuk orang-orangnya dan
alat-alatnya dipola sebelumnya menurut dari tindakan-tindakan serta
gerak dari jumlah-jumlah atau kualitas-kualitas kerjanya. Waktu yang
diperlukan diukur dan ditentukan untuk setiap pekerjaan, dan disusun
dalam skema-skema atau ”networkplan” atau sistem yang rapi dan
kompleks, dimana setiap pekerjaan dan peralatan kerja berikut material
sudah ada seolah-olah hanya tinggal memencet tombol atau
menggerakkan orang-orang menurut skema yang telah disiapkan secara
rapi.
Kelemahan manajemen Sistematis
1. Manajemen seperti ini hanya mungkin untuk diperkerjaan-pekerjaan
yang dapat diukur dan dikalkulasi secara eksak, kemudian di tata
seperti permainan tata letak.
2. Kurang luwes, memerlukan pekerja-pekerja yang dapat bekerja
mekanis-rasionil, dan terutama sukar guna mengikuti keadaan yang
berubah serba cepat.
3. Mempunyai kecendrungan untuk memperlakukan sebagai mesin
atau robot
Manajemen Ilmiah
Adalah manajemen yang : (a) menggunakan ilmu pengetahuan (the lise
of science), (b) mempergunakan metode-metode ilmiah (the use of
scientific methods) didalam menghadapi masalah-masalah, kasus-kasus,
dan tindakan-tindakan yang perlu diambil.
Mempergunakan metode ilmiah dalam menghadapi masalah atau kasus
berarti pada waktu menghadapi masalah/kasus dan berusaha mencari
jawaban atau jalan pemecahan simanager bersikap obyektif, sistematis,
dalam pelaksanaan dari keputusan-keputusan nanti berulah ia bersikap
sesuai dengan iklim sosial, psykologis, dan sebagainya.
Metode ilmiah pada garis bersarnya adalah sebagai berikut:
1. Temukan dan rumuskan apa yang menjadi masalah (identification
and identification of the problem)
11
2. Berikan
jawaban
sementara
berdasarkan
pengetahuan
dan
pengalaman yang dipunyai; pengetahuan yang berasal dari laporan
atau cerita orang, surat-surat, dokumen-dokumen, arsip, dan
sebagainya, serta pengalaman dimasa lampau yang kadang-kadang
menimbulkan intuisi atau feeling atau firasat (hypothesis).
3. Cocokan jawaban dengan data dan bahan-bahan informasi
berdasarkan fakta-fakta yang harus dikumpulkan.
4. Tarik kesimpulan akhir dan ambillah keputusan yang merupakan
suatu rencana yang selengkap-lengkapnya mengenai tujuan, sasaran-
sasarannya, asas-asas; aspek-aspek yang perlu diperhatikan dan
sebagainya.
Jadi jelaslah bahwa manajemen ilmiah itu pada asasnya sederhana saja.
Yang sukar dalam prakteknya adalah, bahwa si manager harus mampu
berfikir secara Zakelijk dan obyektif di dalam menghadapi berbagai
masalah manajemen, jangan sampai dipengaruhi oleh sentimen atau adat
kebiasaan dalam mencari keputusan yang tepat, namun tetap bijaksana
dan realistis di dalam pelaksanaannya.
12
BAB III
KESIMPULAN
Administrasi dan manajemen paling membutuhkan karena administrasi
tidak akan berjalan kalau administrasi tidak solid dalam proses pelaksanaan begitu
jgua mmanajemen, tidak akan berjalan baik jika administrasi tidak solid dalam
proses pelaksanaan sebuah organisasi.

1 komentar: