Kamis, 22 November 2012

Abramn Al Ardy: Sekedar Info yaa.

Abramn Al Ardy: Sekedar Info yaa.

Sekedar Info yaa.


Presentation Transcript

KISI – KISI SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN : 2012 – 2013

Mata Pelajaran : TIK “ Teknologi Informasi dan Komunikasi “
Bentuk Soal : PG ( 40 soal ) & ( Essai 5 soal )
Alokasi Waktu : 90 Menit


Kilasan prediksi soal :
  1. Memahami Penggunaan
  • Siswa dapat mendefinisikan kata komputer dari bahasa latin. 1 PG teknologi informasi dan komunikasi, dan prospeknya.
  • Siswa dapat memilih media komunikasi modern yang populer saat 2 PG masa mendatang ini.
    2. Mengidentifikasi berbagai VII / 1
  • Siswa dapat menentukan alat komunikasi tradisional. 3 PG peralatan teknologi informasi dan komunikasi 41 Essay.
  • Siswa dapat menyebutkan peralatan teknologi informasi dan komunikasi modern. 4 PG • Siswa dapat menentukan ciri generasi komputer. 5 PG
  • Siswa dapat menentukan komputer berjenis Personal Computer. • Siswa dapat menentukan media penulisan kuno. 6 PG
  • Siswa dapat menentukan alat-alat hitung. 7 PG 1.2. Mendeskripsikan sejarah VII / 1
  • Siswa dapat menyebutkan ciri komputer generasi kedua 8 PG perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dari
  • Siswa dapat menyebutkan penemu peralatan teknologi informasi 9 PG masa lalu sampai sekarang dan komunikasi
  • Siswa dapat menyebutkan salah satu fungsi peralatan teknologi 10 PG informasi dan komunikasi.
  • Siswa dapat menentukan salah satu jenis Personal Computer. 11 PG
  • Siswa dapat menyebutkan sejarah dari komputer. 12 PG 13 PG
  • Siswa dapat menyebutkan salah seorang penemu perangkat teknologi informasi dan komunikasi. 14 PG
  • Siswa dapat menyebutkan jenis komputer berdasarkan ukuran 15 PG
  • Siswa dapat menyebutkan berbagai fitur-fitur teknologi handphone / ponsel. 16 PG
  • Siswa dapat menyebutkan media penyebaran informasi 17 PG
  • Siswa dapat menyebutkan perkembangan sistem operasi Windows
    Sumber:
    Judul : Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP Kelas VII
    Pengarang : Henry Pandia
    Penerbit : ErlanggaTahun : 2007

Selasa, 20 November 2012

CURHAT ( Curat Coret Hateee )


OBAT HATI UNTUK IKHWAN / AKHWAT YANG SEDANG PATAH HATI


Bismillahirrahmaanirrahim….

IKhwah fillah rahimakumullah, Apa kabar hati-hati kita pada hari ini? Semoga taman-taman hati kita tetap terjaga, iman kita selalu diteguhkan dan jalan kita tetap istiqomahkan oleh Allah Ta’ala hingga akhir hayat nanti. Amin Allahumma Amin…
Btw ada yang lagi sedih yaa? Atau ada yang lagi kesel? La Takhaf Wa La Tahzan, Innallaha ma’ana. Jangan takut jangan bersedih, Allah bersama kita. So, yang lagi sedih ditunda dulu sedihnya, dihapus dulu air matanya. Yang kesel, di tahan dulu amarahnya, istighfar dulu sebanyak-banyaknya, trus baca deh tulisan saya sapa tau rasa sedihnya hilang.
Patah hati??? Dalam Bahasa nak cipelang sering disebut “Broken Heart” wkwkkwkwk. Biasanya dialami oleh ABG, remaja muda-mudi, ikhwan-akhwat, sampai janda-duda juga loh yang disekeliling kita. Saya rasa ga perlu mendefinisikannya secara bahasa arti patah hati sendiri, pasti wawasan kalian lebih luas dari pada saya tentang hal ini, apalagi kalau diantara kalian ada yang pernah mengalaminya (termasuk saya juga, hehe..) yang jelas biasanya patah hati itu terjadi karena bermacam-macam masalah dan beragam. Bisa jadi karena di putusin someone, trus karena cinta yang ga berbalas (kasian kalau yg ini), ga direstuin ortu, diduain, ditigain, dilimain dan seterusnya hehe… Pada kenyataannya sering kita jumpai dampak negatif dari patah hati itu sendiri yang biasanya dialamin ma cewek khususnya seperti bikin ga nafsu makan (bagus buat diet nurunin berat body, hehe) akhirnya timbul penyakit maag akut sampai terpaksa harus diopname di Rumah Sakit Bungbulang (pengalaman pribadi dengan penyakit yang berbeda, hihi), bikin daya tahan tubuh jadi drop gara-gara mikirin si’bebep’ mulu (belum tentu yang dipikirin lagi inget sama kita juga), bikin ga produktif alias males, bikin emosi karena tiap ngingat si ‘bebep’ jadi bawaannya pengen marah-marah aja, kadang bikin mata bengkak karena nangis terus-terusan apalagi kalo inget kenangan-kenangan bersama si 'bebep' waktu nyolong mangga tetangga (xixixi...) oooups bercanda sobs, dan masih banyak lagi, perilaku-perilaku aneh lainnya. Kalo udah parah banget patah hatinya ada yang sampai mencoba bunuh diri dengan lompat dari lemari (yang ada mah benjol nih, hihi), ada yang nyoba-nyoba pake narkoba sampai akhirnya ketagihan, ada yang awalnya ga kenal rokok sekarang malah jadi perokok berat, ada yang jadi hobi berganti-ganti pasangan, sampai-sampai ada yang stress kaya orang gila. Mengerikan….

Lalu, pertanyaannya kira-kira ada ga ya obat penawar patah hati yang syar’i??? Jawabannya, ada dunk…. Saya pun telah membuktikannya sendiri, Alhamdulillah ampuh dan ga pernah kumat lagi.
Bukan mentang-mentang saya kuliah di jurusan kesehatan trus mengkait-kaitkan patah hati dengan kesehatan. Tapi bener, yang namanya penyakit patah hati itu harus dilawan dengan pertahanan diri kita sendiri. Sama saja kita ibaratkan seperti seseorang ketika telah mengalami sakit flu karena virus flu maka, segera orang tersebut mencari obat dan berusaha memulihkan kesehatannya dengan beristirahat. Lalu ketika sudah sembuh, dia tidak ingin lagi donk penyakit flu itu menyerang tubuhnya lagi, otomatis dia harus meningkatkan system imun di dalam tubuhnya. Betul tidak???? (betul... betul... betul...hihi).
Begitu pula dengan patah hati, ketika kita sudah merasakan sakit hati, sedih, kesel, bawaannya ga mood, otomatis ketika suatu hari ada kejadian serupa terulang kembali kita tidak ingin hal itu terjadi pada diri kita bukan??? Pasti kita sudah memasang pertahanan pada diri kita dari hal yang dapat membuat kita merasakan sakit hati untuk kesekian kali lagi. Yang jelas rasanya ga enak, buat yang belum pernah patah hati jangan coba-coba deh. Hehe...
Trus cara penyembuhannya, selain terapi relaksasi diri (ceilleee bahasanya) juga kudu diobatin tuh. Namanya ‘Obat Hati’ (Kaya lagunya Opick, hehe). Obat hati untuk penawar hati yang lagi patah hati menurut referensi saya adalah sbb:

  1. Kalo kamu lagi patah hati, pasti rasanya sedih banget. Tisue-tisue berhamburan, bantal guling kudu dijemur tiap hari karena tiap malem basah air mata hihihi.... So,dari pada sedih-sedih mendingan dibawa rileks, tarik nafas dalem-dalem trus hembuskan perlahan-lahan sambil tersenyum menyebut asma Allah. InshaAllah bikin hati sedikit plong.. Beneran, saya pun sudah membuktikannya. Ini saya ambil dari buku Spiritual Quantum Smile tapi saya lupa pengarangnya siapa. Selain itu ada cara lain yang lebih utama yang bisa dilakukan yaitu dengan cara mendekatkan diri kepada-Nya sedekat-dekatnya entah itu dengan cara melaksanakan sholat wajib maupun sunnah, berpuasa, berdzikir meyebut Asma-Nya, tadarus Al-Qur’an, bershalawat, pokoknya segala hal yang dapat membuat kita mengingat Allah dan Rasulullah. Pasti hati menjadi tenang dan beban terasa ringan.

    "Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan ni`mat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya)”. (QS. An Nahl 81).

    Jangan ingat-ingat si ‘dia’ lagi yang udah nyakitin kamu tar pasti jadi sedih lagi. Biarkan dia pergi dalam pengembaraannya, jika memang engkau adalah bidadarinya suatu saat dia pasti akan kembali ke dalam tepian hatimu jua. Tetapi jika engkau bukan bidadarinya maka Allah pasti akan menggantikannya dengan yang lebih baik tanpa kau sangka-sangka. Begitu pula dengan para ikhwan pesannya sama. Tetaplah bertawakal karena skenario Allah itu lebih indah dari yang kalian bayangkan, yang akan kalian sadari sendiri suatu saat nanti...
  2. Mengingat kematian (waduh… bahasanya berat nih). Dengan mengingat kematian otomatis kita kembali mengingatkan tujuan utama dari hidup kita. Apa sih yang kita kejar selama ini? Apakah hanya kesenangan dunia sesaat yang pada akhirnya malah menjerumuskan kita ke dalam perbuatan dosa maksiat dan zina? Bagaimana jika seandainya kita meninggal dalam keadaan sedang melakukan maksiat atau sedang berzina? (Na’udzubillahi min zalik) Karena jarak kita dengan kematian itu sangat dekat sekali, hanya berjarak sejengkal dan kita tidak akan pernah tahu kapan giliran kita akan dikunjungi oleh malaikat maut, yang bisa terjadi kapan saja dimana saja (duh.. mukanya jangan tegang gitu donk). Itu sebabnya, kembali kita luruskan niat-niat kita dengan merenungkan kembali tujuan dari hidup kita yang sebenarnya. Mau dibawa kemana kehidupan kita setelah di akhirat? Mau ke syurga atau neraka. Kalau mau di bawa ke syurga sudah-sudah donk melakukan maksiatnya, hentikan perbuatan zinanya mulai dari sekarang, selagi masih ada kesempatan nih... kata orang-orang sebelum 2012 (Nah loh mank 2012 ada apaan coba hehe...) Tapi jangan juga nunggu 2012 baru mau tobatnya. Kalo bisa dari sekarang deh, detik ini, menit ini juga :)
  3. Tanamkan rasa syukur dan husnudzon bahwa maksud Allah ini baik. Allah telah menyelamatkan kamu dari perbuatan yang mendekati zina. Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an
    “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalaha suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek (QS. Al Isra 32)”
    Mendekatinya saja sudah tidak boleh apalagi jika melakukannya. Berpikirlah positif, alhamdulillah Allah memberikan ujian di awal-awal yang itu tandanya Allah begitu sayang kepada kalian semua. Allah tidak ingin kalian melampaui batas dan terlibat terlalu jauh dalam perbuatan keji ini. Ambil hikmahnya, jangan pernah menyalahkan diri sendiri tetap berusaha bersabar dan bersyukur.
  4. Jangan dengerin lagu-lagu yang melow-melow. Biasanya berpengaruh tuh, yang sedih makin sedih, yang tadinya ga sedih jadi ikutan sedih. Tapi jangan juga dengerin musik keras aliran rock metal nyaring-nyaring, kasian telinga kita (tar malah jadi budek hehe…) di tambah lagi hadiah piring terbang dari tetangga melayang kaya UFO kesana kemari hihihi..... Sudah begitu ga dapet apa-apa, ga dapet ketenangan ga dapet pahala juga, sia-sia kan? Yang di dapet malah emosi yang berlebihan. Music rock juga dapat mempengaruhi tingkat emosional kita loh, jadi harap berhati-hati.

    “Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-oranga yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS Al Kahfi 103-104)

    Mending dengerin murottal Qur’an sambil mengahapal ayat-ayat dalam Al-Qur’an InshaALLAH hati terasa teduh, pikiran menjadi tenang, beban yang tadinya terasa berat menjadi ringan, sudah begitu dapat menambah hapalan surat dan pahala pula. Subhanallah… Siapa coba yang ga mau???
  5. Berkumpul dengan orang-orang sholeh. Kalo lagi patah hati usahakan jangan menyendiri ya. Ntar muncul keingininan lagi lompat dari lemari (hihihi). Carilah temen-temen sholeh lalu ikut berkumpulbersama meraka. Di jamin deh dengan berkumpul bersama orang-orang sholeh kita dapat terbebas dari yang namanya patah hati. Karena kita selalu diajak dalam berbuat kebaikan, contohnya diajak sholat berjama’ah, diajak ngaji bareng, diajak ikut kajian-kajian ilmu dan sebagainya mengarah ke hal-hal positif. Dan biasanya berdampak pula pada kepribadian kita menjadi lebih sholeh dan sholehah. Jadi ingat ada pepatah bertemanlah kamu dengan penjual minyak wangi maka kamu akan mendapat wanginya juga. Kurang lebih seperti itulah.. (saya lupa soalnya hehe)
  6. Mencari kesibukan dengan mengikuti kegiatan yang positif seperti mengikuti ekskul-ekskul di sekolah, organisasi-organisasi islam sesuai syariat di kampus, ikut UKM-UKM yang dapat menyalurkan bakat kita, ngajar di TPA, ngajar les private, ikut bakti sosial, bikin kelompok nasheed, mengikuti kajian-kajian ilmu agama dan sebagainya. Pastinya perhatian kita akan teralihkan hingga kita lupa kalau lagi patah hati, ujung-ujungnya rasa sakit hati akibat patah hati akan menghilang dengan sendirinya.
  7. Rihlah atau tafakur alam bersama keluarga atau teman-teman (maksudnya teman akhwat dengan teman akhwat, teman ikhwan dengan teman ikhwan, jangan ampe kebalik loh... Bahaya). Dalam bahasa gaulnya artinya bertamasya atau jalan-jalan ke tempat-tempat yang berhubungan langsung dengan alam misalnya kebun binatang, ke penagkaran hewan, hutan lindung, air terjun dan tempat-tempat lain yang berkaitan dengan alam. Sambil menikmati keindahan alam kita juga bisa sambil merenungkan ciptaan Allah yang meliputi alam semesta yang luas berserta isinya. Dengan bertamasya atau jalan-jalan bisa menghilangkan stress, kejenuhan dan kepenatan. Tapi jalan-jalannya jgn dengan lawan jenis kita yg bukan mahram loh… kalo itu lain lagi ceritanya. Ga boleh… Berbuahaya. Entar malah takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti dimakan buaya.... (apalagi buaya darat, hihihi takut....
  8. Berusaha ikhlas dan tawakal. Bahwa segala sesuatu yang Allah berikan baik itu berupa cobaan dan nikmat, memiliki hikmah dan mudharat untuk kita. InshaAllah, jika kita ikhlas dalam menjalani cobaan ini Allah akan menggantikan dia dengan yang lebih baik dan lebih halal tentunya untuk kamu. Bismillahi tawakaltu ‘alallah.

    Mungkin obat hatinya cukup itu dulu. Apabila ada yang ingin menambahkan monggo… dipersilakan, saya malah senang jika bisa saling berbagi dalam hal kebaikan. Buat yang lagi patah hati coba deh obat hati di atas siapa tahu salah satu dari delapan poin itu ada yang manjur bin makbul. Sudah… Sudah… Jangan nangis lagi, jangan manyun gitu cemberut lagi. Jadi jelek tuh mukanya. Tetap tebarkan senyum yang paling indah yang pernah kamu miliki dan bersemangat!!! Don't worry, Innallaha ma’ana... :)

    Maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian saya dalam tulisan ini. Namanya juga manusia kadang suka khilaf dan hanya Allah Yang Maha Sempurna. Semoga bermanfaat, diambil yang baiknya aja, yang jeleknya harap ditinggalkan. Jazakumullahu Khairan Katsiran.

PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT
PKBM NURUL FALAH
Jalan Raya  Jagabaya Desa Cijayana Kec. Mekarmukti Kab. Garut 44165

SURAT KETERANGAN
NO.003 / PKBM / X / 2012

Yang bertanda tangan di bawah ini kami selaku  penanggung  jawab PKBM NURUL  FALAH Kecamatan Mekarmukti Kabupaten Garut menerangkan bahwa :

Nama            : Supardin
Tempat Tanggal Lahir    : Garut, 10 Februari 1968
Alamat            : Kp. Cipelang Desa Cihikeu Kec. Bungbulang Garut

Nama tersebut di atas benar siswa yang terdaftar pada Lembaga kami dan telah mengikuti Ujian Nasional Paket C setara SMA dan dinyatakan LULUS pada Bulan Oktober 2012.Namun STTB sedang dalam proses penyelesaian.

Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sebenar-benarnya sebagai pengganti Ijazah yang sedang diproses serta dapat digunakan sebagaimana mestinya.








Cijayana, 18 November 2012
 Penanggung  Jawab PKBM


        Mr. H xxxxxx
Snow White
Once upon a time there lived a little, named Snow White. She lived with her aunt and uncle because her parents were died.

One day she heard her aunt and uncle talking about leaving Snow White in the castle because they wanted to go to America and they didn’t have enough money to take Snow White with them.

Snow White didn’t want her uncle and aunt to do this. So she decided to run away. The next morning she run away from home when her aunt and uncle were having breakfast, she run away into the wood.

In the wood she felt very tired and hungry. Then she saw this cottage. She knocked but no one answered so she went inside and felt asleep

Meanwhile seven dwarfs were coming home from work. They went inside. There, they found Snow White woke up. She saw the dwarfs. The dwarfs said; “What is your name?”. Snow White said; “My name is Snow White”. One of the dwarfs said; “If you wish, you may live here with us”. Snow White told the whole story about her. Then Snow white ad the seven dwarfs lived happily ever after.








Salju Putih

Sekali waktu ada tinggal sedikit, bernama Putri Salju. Dia tinggal bersama bibi dan pamannya karena orang tuanya sudah meninggal.

Suatu hari ia mendengar paman dan bibinya berbicara tentang meninggalkan Snow White di kastil karena mereka ingin pergi ke Amerika dan mereka tidak punya cukup uang untuk mengambil Putri Salju dengan mereka.

Salju Putih tidak ingin paman dan bibinya untuk melakukan hal ini. Jadi dia memutuskan untuk melarikan diri. Keesokan harinya dia lari dari rumah ketika bibi dan pamannya sedang sarapan, ia lari ke dalam kayu.

Dalam kayu ia merasa sangat lelah dan lapar. Lalu ia melihat pondok ini. Dia mengetuk tapi tidak ada yang menjawab jadi dia masuk ke dalam dan merasa tertidur

Sementara tujuh kurcaci datang pulang dari kerja. Mereka masuk ke dalam. Di sana, mereka menemukan Putri Salju terbangun. Dia melihat kurcaci. Para kurcaci berkata, "Siapa namamu?". Salju Putih mengatakan, "Nama saya Snow White". Salah satu kurcaci berkata, "Jika Anda ingin, Anda dapat tinggal di sini bersama kami". Salju Putih menceritakan seluruh kisah tentang dia. Kemudian Salju ad putih tujuh kurcaci hidup bahagia selamanya.








The Bear and Rabbit

Once upon a time, there lived a bear and a rabbit. The rabbit is a good shot. In contrary, the bear is always clumsy and could not use the arrow.

One day, the bear called over the rabbit and asked the rabbit to take his bow and arrows.
The rabbit was fearing to arouse the bear's anger so he could not refuse it. He went with the bear and shot enough buffalo to satisfy the hungry family. Indeed he shot and killed so many that there were lots of meats left after.

However the bear did not want the rabbit to get any of the meat. The rabbit could not even taste the meat. The poor rabbit would have to go home hungry after his hard day's work.

The bear was the father of five children. Fortunately, the youngest child was very kind to the rabbit. He was very hearty eater. The mother bear always gave him an extra large piece of meat but the youngest child did not eat it. He would take it outside with him and pretended to play ball with the meat. He kicked toward the rabbit's house.When he got close to the door he would give the meat with such a great kick. The meat would fly into the rabbit's house. In this way, the poor rabbit would get his meal.









Beruang dan Kelinci

Sekali waktu, hiduplah seekor beruang dan kelinci. Kelinci adalah tembakan yang baik. Sebaliknya, beruang selalu canggung dan tidak bisa menggunakan panah.

Suatu hari, beruang yang disebut di atas kelinci dan meminta kelinci untuk mengambil busur dan anak panah.
Kelinci itu takut untuk membangkitkan kemarahan beruang sehingga dia tidak bisa menolaknya. Dia pergi dengan beruang dan menembak kerbau cukup untuk memenuhi keluarga lapar. Memang dia menembak dan membunuh begitu banyak bahwa ada banyak daging tersisa setelah.

Namun beruang tidak ingin kelinci untuk mendapatkan daging. Kelinci bahkan tidak bisa merasakan daging. Kelinci miskin harus pulang lapar setelah bekerja keras seharian nya.

Beruang adalah ayah dari lima anak. Untungnya, anak bungsu sangat baik untuk kelinci. Dia adalah pemakan sangat hangat. Beruang Ibu selalu memberinya sepotong ekstra besar daging tetapi anak bungsu tidak memakannya. Dia akan bawa keluar dengan dia dan berpura-pura untuk bermain bola dengan daging. Dia menendang ke arah house.When kelinci dia punya dekat pintu dia akan memberikan daging dengan seperti tendangan yang besar. Daging akan terbang ke rumah kelinci. Dengan cara ini, kelinci miskin akan mendapatkan makan.







The Legend of Toba Lake

Once upon time, there was a handsome man. His name was Batara Guru Sahala. He liked fishing. One day, he caught a fish. He was surprised to find out that the fish could talk. The fish begged him to set it free.

Batara Guru could not bear it. He made the fish free. As soon as it was free, the fish changed into a very beautiful woman. She attracted Batara Guru so much. He felt in love with that fish-woman. The woman wanted to marry with him and said that Batara Guru had to keep the secret which she had been a fish. Batara Guru aggreed and promised that he would never tell anybody about it.

They were married happily. They had two daughters. One day Batara Guru got very angry with his daughter. He could not control his mad. He shouted angrily and got the word of fish to his daugters. The daughters were crying. They found their mother and talked her about it.

The mother was very annoyed. Batara Guru broke his promise. The mother was shouting angrily. Then the earth began to shake. Volcanoes started to erupt. The earth formed a very big hole. People believed that the big hole became a lake. Then this lake is known as Toba lake.







Legenda Danau Toba

Dahulu kala, ada seorang pria tampan. Namanya adalah Batara Guru Sahala. Dia menyukai memancing. Suatu hari, ia menangkap ikan. Dia terkejut mengetahui bahwa ikan bisa bicara. Ikan memintanya untuk membebaskannya.

Batara Guru tidak tahan. Dia membuat ikan gratis. Segera setelah itu gratis, ikan berubah menjadi wanita yang sangat cantik. Dia tertarik Batara Guru begitu banyak. Dia merasa jatuh cinta dengan wanita-ikan. Wanita itu ingin menikah dengan dia dan mengatakan bahwa Batara Guru harus menjaga rahasia yang dia telah ikan. Batara Guru aggreed dan berjanji bahwa ia tidak akan pernah memberitahu siapa pun tentang hal itu.

Mereka menikah bahagia. Mereka memiliki dua anak perempuan. Suatu hari Batara Guru menjadi sangat marah dengan putrinya. Dia tidak bisa mengendalikan marah nya. Dia berteriak marah dan mendapat firman ikan untuk daugters nya. Para perempuan yang menangis. Mereka menemukan ibu mereka dan berbicara kepadanya tentang hal itu.

Sang ibu sangat kesal. Batara Guru melanggar janjinya. Sang ibu berteriak marah. Kemudian bumi mulai bergetar. Gunung berapi mulai meletus. Bumi membentuk lubang yang sangat besar. Orang percaya bahwa lubang besar menjadi sebuah danau. Kemudian danau ini dikenal sebagai Danau Toba.








The Monkey and The Crocodile

One day there was a monkey. He wanted to cross a river. There he saw a crocodile so he asked the crocodile to take him across the other side of the river. The crocodile agree and told the monkey to jump on its back. Then the crocodile swam down the river with the monkey on his top.

Unluckily, the crocodile was very hungry, he stopped in the middle of the river and said to the monkey, “My father is very sick. He has to eat the heart of the monkey. So he will be healthy again.”

At the time, the monkey was in dangerous situation and he had to think hard. Then he had a good idea. He told the crocodile to swim back to the river bank. “What’s for?” asked the crocodile. “Because I don’t bring my heart,” said the monkey. “I left it under a tree, near some coconuts in the river bank.”
The crocodile agreed and turned around. He swam back to the bank of the river. As soon as they reached the river bank, the monkey jumped off the crocodile’s back. Then he climbed up to the top of a tree.

“Where is your heart?” asked the crocodile. “You are foolish,” said the monkey to the crocodile. “Now I am free and I have my heart.











Monyet dan Buaya

Suatu hari ada monyet. Dia ingin menyeberang sungai. Di sana ia melihat buaya sehingga ia meminta buaya untuk membawanya di sisi lain sungai. Buaya setuju dan mengatakan monyet untuk melompat di punggungnya. Kemudian buaya berenang menyusuri sungai dengan monyet di atas nya.

Sayangnya, buaya itu sangat lapar, ia berhenti di tengah sungai dan berkata kepada monyet, "adalah ayah saya sangat sakit. Dia harus makan hati monyet. Jadi dia akan sehat kembali. "

Pada saat itu, monyet berada dalam situasi berbahaya dan ia harus berpikir keras. Lalu ia punya ide yang baik. Dia mengatakan kepada buaya untuk berenang kembali ke tepi sungai. "Apa ini?" Tanya buaya. "Karena aku tidak membawa hati saya," kata monyet. "Aku meninggalkannya di bawah pohon, dekat beberapa kelapa di tepi sungai."
Buaya setuju dan berbalik. Dia berenang kembali ke tepi sungai. Segera setelah mereka tiba di tepi sungai, monyet melompat dari punggung buaya. Lalu ia naik ke atas pohon.

"Dimana hatimu?" Tanya buaya. "Kau bodoh," kata monyet kepada buaya. "Sekarang saya bebas dan saya memiliki hatiku.










The Smartest Parrot

Once upon time, a man had a wonderful parrot. There was no other parrot like it. The parrot could say every word, except one word. The parrot would not say the name of the place where it was born. The name of the place was Catano.
The man felt excited having the smartest parrot but he could not understand why the parrot would not say Catano. The man tried to teach the bird to say Catano however the bird kept not saying the word.

At the first, the man was very nice to the bird but then he got very angry. “You stupid bird!” pointed the man to the parrot. “Why can’t you say the word? Say Catano! Or I will kill you” the man said angrily. Although he tried hard to teach, the parrot would not say it. Then the man got so angry and shouted to the bird over and over; “Say Catano or I’ll kill you”. The bird kept not to say the word of Catano.

One day, after he had been trying so many times to make the bird say Catano, the man really got very angry. He could not bear it. He picked the parrot and threw it into the chicken house. There were four old chickens for next dinner “You are as stupid as the chickens. Just stay with them” Said the man angrily. Then he continued to humble; “You know, I will cut the chicken for my meal. Next it will be your turn, I will eat you too, stupid parrot”. After that he left the chicken house.

The next day, the man came back to the chicken house. He opened the door and was very surprised. He could not believe what he saw at the chicken house. There were three death chickens on the floor. At the moment, the parrot was standing proudly and screaming at the last old chicken; “Say Catano or I’ll kill you”.
Beo yang terpintar
Sekali waktu, seorang pria memiliki burung beo yang indah. Tidak ada burung beo lain seperti itu. Kakaktua bisa mengatakan setiap kata, kecuali satu kata. Kakaktua tidak akan mengatakan nama tempat di mana ia dilahirkan. Nama tempat itu Catano.
Pria itu merasa senang memiliki burung beo pintar tapi dia tidak bisa mengerti mengapa burung beo tidak akan mengatakan Catano. Pria itu mencoba mengajari burung untuk mengatakan Catano Namun burung terus tidak mengatakan kata.

Pada yang pertama, orang itu sangat bagus untuk burung tetapi kemudian ia menjadi sangat marah. "Kau burung bodoh!" Menunjuk orang untuk burung beo. "Mengapa kamu tidak bisa mengucapkan kata? Katakanlah Catano! Atau aku akan membunuhmu "kata pria itu dengan marah. Meskipun ia berusaha keras untuk mengajar, kakaktua tidak akan mengatakan itu. Kemudian orang itu sangat marah dan berteriak kepada burung berulang, "Katakanlah Catano atau aku akan membunuhmu". Burung itu tetap tidak mengucapkan kata dari Catano.

Suatu hari, setelah ia telah mencoba begitu banyak kali untuk membuat burung mengatakan Catano, pria itu benar-benar sangat marah. Dia tidak bisa menanggungnya. Dia mengambil burung beo dan melemparkannya ke dalam kandang ayam. Ada empat ayam umur untuk makan malam berikutnya "Kau bodoh seperti ayam. Hanya tinggal bersama mereka "Kata orang marah. Kemudian ia melanjutkan untuk merendahkan, "Kau tahu, aku akan memotong ayam untuk makan. Selanjutnya akan giliran Anda, saya akan makan Anda juga, burung beo bodoh ". Setelah itu ia meninggalkan rumah ayam.

Keesokan harinya, pria itu kembali ke rumah ayam. Dia membuka pintu dan sangat terkejut. Dia tidak bisa percaya apa yang dilihatnya di kandang ayam. Ada ayam mati tiga di lantai. Saat ini, burung beo itu berdiri dengan bangga dan berteriak pada ayam tua terakhir, "Katakanlah Catano atau aku akan membunuhmu".

Minggu, 18 November 2012

KISAH THALUT DAN JALUT DALAM SURAT AL – BAQARAH AYAT 246 - 251

A. PEMBAHASAN Dulu pada zaman Nabi Musa, pengikutnya yang terkenal dengan sebutan Bani Israel banyak yang membangkang untuk berperang memasuki daerah Kana’an atau yang sekarang dikenal dengan sebutan Palestina, atas pembangkangannya itulah akhirnya mereka dihukum oleh Tuhan dengan terperangkap di Gurun Sinai selama 40 tahun. Sepeninggal Nabi Musa dan Nabi Harun, Bani Israel dipimpin Yasyu’, Yusya’ alias Joshua bin Non yang berhasil memimpin penaklukan daerah sekitarnya mulai Amaliqoh, Madyan, Aram, dan lainnya, bahkan memimpin memasuki Palestina. Setelah Yusya’ dan para pemimpin lainnya meninggal dunia mereka terpecah-pecah, terlibat dalam konflik akut, serta melupakan ajaran Taurat. Alhasil, ketika terjadi perang kembali dengan orang Palestina pimpinan Jalut, Bani Israel ditimpa kekalahan yang menghinakan. Wanita dan anak cucu mereka dihinakan dan peti yang isinya catatan perintah Tuhan (baca Taurat) juga dirampas, dibawa ke rumah Dajon, tuhan orang Palestina.[1] Dalam situasi kenestapaan dan kehinaan, ia meminta pada orang paling shalih di antara mereka, Nabi Syamuil[2], agar diangkatkan untuk mereka seorang raja, memimpin perang mengembalikan kehormatan. Namun, Syamuil mengatakan, “Adalah mungkin sekali kalian akan udhur diri, ketika kalian diajak berperang, persis seperti di era Musa.”(Q.S. Al Baqarah: 246). Menanggapi sindiran ini Bani Israel menjawab, “Apa mungkin kami udhur diri padahal perang justru untuk merebut kembali kehormatan kami?”[3] Akhirnya, disampaikan oleh Syamuil kepada mereka, akan datang seorang pemimpin bernama Thalut, yang mempunyai tugas untuk menyatukan kalian semua dan menjadi raja pertama.[4] 1. Riwayat Hidup Thalut Sebelum Menjadi Raja Thalut semula adalah anak desa dari golongan Bani Israel, bahkan anak seorang yang tak punya. Jangankan ia akan di kenal sebagai seorang pemimpin, dalam pergaulan sehari-hari saja, jarang orang yang kenal kepadanya. Tetapi dia adalah seorang yang berbadan kuat dan sehat, tinggi dan gagah perawakannya, matanya tajam, pikirannya pun luas dan tajam pula. Dan juga, dia mempunyai hati yang suci dan bersih, budi pekerti yang halus dan agung. Dia tinggal di desa kecil bersama ayahnya. Pekerjaannya bertani dan beternak.[5] Pada suatu hari ketika dia sedang berada dalam kandang keledai bersama ayahnya, ternyata keledai betinanya tidak berada dalam kandang, mungkin keledai itu tersesat ke kampung lain. Dengan ditemani oleh seorang anak, pergilah dia mencari keledai itu di tengah-tengah padang yang luas dengan menyeberangi jurang dan mendaki gunung.[6] Berhari-hari mereka mencarinya, sampai luka-luka kedua kakinya, sehingga seluruh badan merekapun terasa capek dan letih, namun keledai itu belum juga di temukannya. Lalu, dia berkata kepada seorang anak yang bersamanya: “Marilah kita pulang, mungkin ayah telah khawatir terhadap kita karena berhari-hari belum pulang.[7] Kemudian anak itu menjawab: “Sekarang ini kita sudah sampai di sebuah desa yang bernama Shofa, di mana Nabi Allah yang bernama Syamuil tinggal di sana. Lebih baik kita bertemu dulu dengan Nabi yang mulia itu, kemudian bertanya kepadanya tentang keledai kita yang hilang. Semoga turun malaikat kepadanya membawa wahyu, sehingga dapat memberi petunjuk kepada kita tentang keinginan kita ini.[8] Setelah mendengar ucapan yang seperti itu, muncul kembali harapan dalam hati Thalut. Lalu, keduanya berjalan lagi dan bertanya keberadaan dari rumahnya Nabi Syamuil tersebut.[9] Tiba-tiba keduanya bertemu dengan dua orang anak perempuan yang sedang mencari air di sungai, mereka meminta untuk di tunjukan rumahnya Nabi yang mulia tersebut. Anak itu pun menjawab, barang siapa yang ingin bertemu dengan Nabi Syamuil, maka harus menunggunya di puncak bukit tempat berdirinya mereka.[10] Dan kemudian tahulah Thalut, bahwa itu adalah Nabi Syamuil, yang sudah terlihat tanda-tanda kenabiannya dari orang-orang yang ditemuinya dan juga menurut keterangan dari kedua anak perempuan itu.[11] Mereka berdua saling memandang dan terikatlah antara keduanya hati yang bersih, jiwa yang saling tertarik, walaupun mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Dan Syamuil pun juga tahu bahwa itu adalah Thalut yang pernah di wahyukan Allah kepadanya, untuk dijadikan seorang raja, sebagai pemimpin dan jenderal bagi bangsa Israel yang membutuhkan pimpinannya itu.[12] Setelah itu Thalut bertanya, bahwa maksud kami menemui Tuan adalah untuk bertanya mengenai keledai ayahku yang hilang di padang yang luas ini. Apakah Tuan dapat memberi tahu kepada kami dengan ilmu tinggi yang Tuan miliki.[13] Kemudian Syamuil menjawab, keledai kalian yang hilang itu sekarang telah berjalan pulang menuju kandangnya. Janganlah engkau bersusah payah untuk mencarinya lagi. Di sini saya ingin bertemu denganmu untuk sebuah urusan yang lebih penting dan mulia. Bukan mengenai keledai yang hilang, akan tetapi mengenai sebuah urusan kemerdekaan yang sudah lama hilang. Dan bahwa Allah telah memilihmu menjadi raja bagi Bani Israel untuk menyatukan mereka, lalu menyusun kekuatannya untuk menghadapi musuh-musuh yang sudah menjajah dan mengusir mereka dari tanah airnya sendiri. Disamping itu juga, Allah telah menjanjikan pertolongan-Nya kepada engkau dengan mendapatkan kemenangan di dalam pertempuran melawan penjajah itu.[14] Dan Thalut menjawab: “Apakah saya akan menjadi raja, pemimpin dan jenderal mereka? Saya ini adalah keturunan Bunyamin adik dari Nabi Yusuf, orang yang terhina dalam kalangan bangsa-bangsa yang 12 suku (asbath), paling miskin dan melarat, bagaimana saya dapat menjadi raja untuk memegang pimpinan atas bangsa yang besar ini?”[15] Kemudian Syamuil berkata: “Ini adalah atas iradat dan wahyu Allah”, sudah menjadi perintah Allah dan kehendak-Nya, hendaklah engkau bersyukur atas nikmat Allah itu dan membulatkan tekadmu untuk memimpin perjuangan yang hebat ini.[16] Sesudah Syamuil dan Thalut berjabat tangan, keduanya lalu pergi menemui bangsa Israel. Nabi Syamuil bersabda kepada mereka: “Hai Bani Israel, Allah telah mengutus Thalut untuk menjadi raja bagi kalian semua, dia sekarang berhak untuk memegang pimpinan atasmu, maka hendaklah kamu sekalian tunduk dan taat terhadap pimpinanmu ini dan bersiaplah untuk menghadapi musuh-musuhmu di bawah komandonya.”[17] Thalut adalah seorang pemimpin yang memiliki loyalitas dan semangat juang yang tinggi serta wawasan yang luas, terutama dalam bidang politik dan kemasyarakatan. Dengan kelebihannya itu ia berhasil menghimpun kekuatan Bani Israel untuk melepaskan diri dari penjajahan Jalut.[18] 2. Riwayat Hidup Jalut Jalut terkenal dengan nama Goliath, adalah seorang pemimpin perang bangsa Palestina yang terkenal kejam, bengis dan tak berperi kemanusiaan. Jalut muncul, sebagai diperkirakan orang, sekitar abad ke-11 SM. Ia merupakan lawan dari Thalut yang ditunjuk Tuhan menjadi raja pertama Bani Israel melalui wahyu-Nya lewat Syamuil. Dalam sebuah pertempuran, Jalut dibunuh oleh seorang pemuda yang menggabungkan dirinya dalam pasukan Thalut, bernama Dawud; putra seorang yang shalih.Daud menghancurkan kepala Jalut dengan batu-batu besar yang dilemparkan kepadanya.[19] Diungkapkan dalam riwayat, bahwa keberanian Dawud untuk membinasakan Jalut bangkit karena Thalut sangat mengharapkan adanya seorang tentara yang sanggup membunuh Jalut. Bahkan Thalut mengeluarkan suatu maklumat: “Barangsiapa sanggup membunuh Jalut, sehingga kaum beriman terpelihara dari tipu-dayanya, akan dikawinkan dengan salah seorang putrinya, dan akan diangkatnya menjadi raja sesudahnya.”[20]Terbunuhnya Jalut oleh Dawud semakin memantapkan kedudukan Thalut sebagai raja bani Israel yang pertama. Kekuasaan kemudian berpindah ke tangan Dawud. Dalam al-Qur’an, kehadiran pasukan Jalut melawan tentara Thalut ini adalah sesudah berlalunya kurun Nabi Musa. Kisahnya diungkapkan kembali oleh Allah, dalam Surah al-Baqarah, ayat 247-251.[21] 3. Kisah Dari Thalut dan Jalut dalam Al-Qur’an. Sebagaimana di atas bahwa kisah dari Thalut dan Jalut di dalam al-Qur’an terdapat dalam Surah al-Baqarah ayat 246-251, yang adapun bunyinya sebagai berikut: أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ مِن بَعْدِ مُوسَىٰ إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَّهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُّقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِن كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا قَالُوا وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِن دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ  وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ [٢:٢٤٦] Artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah nabi Musa, yaitu ketika mereka Berkata kepada seorang nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal Sesungguhnya kami Telah diusir dari anak-anak kami?"[22]. Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. dan Allah Maha mengetahui siapa orang-orang yang zalim. وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا  قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِ  قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ  وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَن يَشَاءُ  وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ [٢:٢٤٧] Artinya: Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah Telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah Telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَن يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَىٰ وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ [٢:٢٤٨] Artinya: Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan[23] dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman. فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَاقُو اللَّهِ كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ [٢:٢٤٩] Artinya: maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, Maka dia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia Telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang Telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari Ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar." وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ [٢:٢٥٠] Artinya: Tatkala Jalut dan tentaranya Telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir." فَهَزَمُوهُم بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ  وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ [٢:٢٥١] Artinya: Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, Kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah[24] (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. Dari ayat di atas dapat difahami bahwa Thalut dijadikan raja pertama untuk memimpin Bani Israel melawan Jalut dan tentaranya. Namun, pada waktu itu Bani Israel langsung menentang dan melanggar sumpah serta janjinya sendiri, karena Thalut dianggap bukan dari keturunan terhormat. Sebab, raja-raja Bani Israel kekayaan adalah ukuran keutamaan dan kemuliaan bagi mereka.[25] Dan juga karena di sini Bani Israel mempunyai calon yang lebih baik untuk dijadikan raja dan pemimpin menurut mereka, yaitu anak Lawei keturunan dari segala Nabi dan Rasul, keturunan Jahuza yang selamanya memegang tampuk pimpinan dan keturunan raja-raja pula. Maka, atas dasar itulah mereka menentang Thalut untuk menjadi raja pertama bagi mereka, karena Thalut seorang yang miskin dan tak punya, bukan keturunan dari kalangan orang terhormat, bertangan kosong, serta tak mempunyai kekayaan untuk menjalankan pemerintahan. Sedang orang yang mereka usulkan adalah mempunyai kebesaran dan hartawan, serta mempunyai pengaruh terhadap orang banyak. Kemudian Syamuil menjawab, “Untuk menjadi seorang panglima perang dan kepala Negara, tidak membutuhkan syarat kebangSawanan dan kehartawanan, walaupun itu semua ada, akan tetapi kalau seseorang tidak mempunyai kebijaksanaan dan kemampuan, maka tidak akan dapat menjadi raja yang baik. Bahkan darah bangSawan itu banyak yang menyebabkan seorang penakut, dan harta benda yang banyak menjadikan orang berotak tumpul. Adapun Thalut ini, Allah telah melebihkannya di banding dengan kamu sekalian, karena ia memiliki kekuatan dan kesanggupan, berupa badan yang kuat serta sehat, pemikirannya yang luas, panjang akalnya, kuat jiwanya serta tabah hatinya, sehingga hanya dialah yang pantas memimpin dan memerintah atas kamu sekalian.” Dan Allah telah menetapkan dia menjadi raja. Dan Allah akan menyerahkan kekuasaan kepada siapa saja yang di kehendaki-Nya. Allah Mahaluas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. Dialah yang mengetahui kebaikan dan bagaimana urusan itu diletakkan pada posisinya secara proporsional.[26] Ini adalah urusan untuk meluruskan pandangan yang semrawut dan untuk menerangi kegelapan. Akan tetapi, karakter dari Bani Israel telah dimengerti oleh Nabi mereka, bahwa mereka tidak layak untuk menyandang hakikat-hakikat yang tinggi itu sendirian. Mereka sedang menghadapi peperangan. Maka, harus ada suatu hal yang luar biasa yang dapat menggoncang hati mereka untuk mengembalikan kepercayaan dan keyakinannya. Sebagaimana dalam ayat 248, yakni dengan datangnya Tabut[27] kepada mereka. Di dalam kisahnya, awalnya Bani Israel diusir oleh kaum Amaliqah (orang Palestina) dari tanah suci mereka sendiri, yang mana sudah mereka taklukkan di bawah pimpinan Nabi mereka Yusya’ sesudah masa mereka terkatung-katung di Padang Tih (kebun teh) dan setelah wafatnya Nabi Musa a.s., dan benda suci dari tangan mereka yang berupa tabut (kotak) tempat menyimpan peninggalan nabi-nabi mereka dari keluarga Nabi Musa dan Nabi Harun itu pun juga dirampas. Ada yang mengatakan bahwa tabut itu berisi kepingan-kepingan papan naskah yang di berikan Allah kepada Nabi Musa di gunung Thur. Maka, Nabi mereka menunjukkan kepada mereka suatu tanda dari Allah, yaitu terjadinya suatu hal yang luar biasa yang dapat mereka saksikan. Hal itu adalah didatangkannya “tabut” dengan isinya yang “di bawa oleh Malaikat” di letakkan di sisi Thalut, sehingga hati mereka menjadi tenang. Berkatalah Nabi mereka, “Sesungguhnya tanda ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Allah benar-benar telah memilih Thalut jika kamu benar-benar beriman.”[28] Kemudian Thalut mempersiapkan tentaranya yang tidak berpaling dari kewajiban jihad dan tidak merusak janjinya kepada Nabi mereka sejak awal perjalanannya. [29] Dan Thalut berpidato di hadapan mereka, menerangkan syarat-syarat tentara yang dia kehendaki: “Hai rakyatku sekalian, dalam ketentaraan yang telah aku susun ini, tidak boleh ikut serta menjadi anggotanya bagi orang-orang yang masih ragu-ragu dan tidak penuh semangatnya, orang-orang yang telah meminang seorang perempuan tapi belum menikah dengan perempuan tersebut, atau orang-orang yang mempunyai dagangan, sedang hatinya masih selalu kepada dagangannya itu!”[30] Setelah syarat-syarat tersebut dipenuhi dengan baik, maka terbentuklah suatu tentara yang berdisiplin untuk berperang melawan Jalut dan tentaranya—yang menurut Qatadah berjumlah 80.000 orang,[31] terdiri dari orang-orang yang benar-benar kuat hati dan bernyala-nyala semangatnya, yang diharapkan mampu mengendalikan syahwat dan keinginan, yang tegar menghadapi kesulitan dan penderitaan, serta mampu mengungguli semua kebutuhan dan keperluan, dan lebih mengutamakan ketaatan dalam mengemban tugas-tugas dan tanggung jawabnya sehingga mampu melewati ujian demi ujian nantinya. Pemimpin yang telah dipilih untuk mereka itu harus menguji iradah tentaranya, meliputi ketabahan dan kesabaran. Sang pemimpin (Thalut) memilih percobaan ini, sedangkan mereka sebagaimana dikatakan dalam beberapa riwayat sedang kehausan, dengan maksud untuk mengetahui siapa orang yang sabar bersamanya dan siapa orang yang akan surut ke belakang dan lebih mengutamakan keselamatan dirinya sendiri. Benarlah firasatnya, Ketika telah melewati sungai yang terletak diantara Yordania dan Palestina[32] yang mengalir deras, yang berada di gurun pasir dan padang tandus yang gersang. Dengan penuh kehausan, akhirnya mereka minum air sungai tersebut hingga puas dan hilang dahaganya. Yang pada mulanya Thalut memperbolehkan mereka minum, namun hanya dicukupkan seciduk tangan saja untuk membasahi tenggorokannya. Akan tetapi mereka nekad meminumnya, kecuali 4000 orang yang tetap disiplin, teguh pendirian dan patuh pada pemimpinnya. Sedangkan yang 76000 orang telah membangkang akan perintah Thalut dengan meminum air sepuas-puasnya. Sehingga mereka kekenyangan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.[33] Kemudian Thalut melanjutkan perjalanan dengan hanya di sertai sisa pasukannya yang sedikit tapi masih setia dan loyal untuk memerangi Jalut. Demikianlah, “Berapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak”. Inilah golongan kecil yang percaya penuh akan bertemu dengan Allah, yang mengembangkan semua kesabaran dan keyakinannya terhadap pertemuan ini, yang menyandarkan semua kekuatannya dari izin Allah, bahwa Allah senantiasa beserta orang-orang yang sabar, mantap dan mempunyai kepercayaan yang utuh. Kemudian mereka berdo’a yang intinya adalah meminta kepada Allah untuk diberikan kesabaran, teguh pendirian serta optimis dan pertolongan dari-Nya untuk menghadapi musuh-musuh mereka yang kafir sebagaimana dalam ayat 251 di atas. Maka, tidak ada kegamangan dalam hati, tidak ada kesamaran dalam pandangan, dan tidak ada keraguan tentang lurusnya tujuan dan terangnya jalan yang di tempuh. Kemenangan itu pun kemudian Allah berikan kepada para pemberani yang gigih berjuang di atas jalan kebenaran. Pasukan Thalut yang sedikit dan kelihatan lemah itu akhirnya dapat mengalahkan tentara Jalut yang banyak dan terlihat sangat kuat tersebut.[34] Setidaknya dari paparan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa di dalam Kisah Thalut dan Jalut ada beberapa unsur yang perlu digaris bawahi. Diantara: 1.Ada unsur Dialog Hal ini terlihat ketika bani israil meminta kepada nabi syuaib menunjuk seorang pemimpin. Nabi syuaib menunjuk Thalut tapi bani israil sendiri menolak dengan mengatakan: أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِ Artinya: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak? Nabi mereka hanya menjawab: إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ Artinya: Sesungguhnya Allah Telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa. 2. Dalam kisah tersebut juga setidaknya ada 3 nasehat bagi seseorang yang ingin menghadapi musuh dalam peperangan: a. Sabar Adapun kesabaran yang terdapat dalam kisah Thalut dan Jalut di atas adalah, terlihat dalam sikap Thalut dan tentaranya yang tahan di dalam menghadapi cobaan dan ujian ketika mereka dihadapkan pada sungai yang mereka lewati dan dalam keadaan yang sangat haus mereka di larang meminum banyak air dari sungai itu, akan tetapi hanya dibolehkan satu cakupan tangan saja. Bagi orang yang tahan menghadapi cobaan, mereka tetap sabar untuk tidak meminum air sungai tersebut secara berlebihan, walaupun kehausan yang mereka alami begitu berat, namun bagi mereka yang tidak sabar mereka tetap meminum banyak dari air sungai tersebut sampai akhirnya kekenyangan dan tidak dapat lagi melanjutkan peperangan melawan Jalut dan tentaranya. Di sinilah letak ujian yang berat bagi mereka agar tetap bersabar menghadapi cobaan untuk meraih kemenangan pada akhirnya. b. Teguh Pendirian Teguh pendirian dalam kisah di atas terlihat dari pendiriannya yang tidak mudah tergoyahkan untuk tetap berperang melawan Jalut dan tentaranya, melawan orang-orang kafir. Cobaan berupa kehausan, kepanasan, materi dan bahkan ancaman nyawa. Namun akhirnya cobaan demi cobaan dapat mereka hadapi dengan kegigihan dan teguh pendirian untuk tetap berjuang menegakkan kebenaran dan meraih kemenangan dengan ijin dari Allah, walaupun sebagian besar tentara yang maju dari awal, ketika ditengah perjalanan peperangan tersebut banyak yang memilih jalannya sendiri, yaitu mengundurkan diri karena tidak kuasa menghadapi cobaan yang mendera. Dan dalam kitab Riyadhus Shalikhin, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, sebagai berikut: Artinya: Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Biasa-biasa sajalah kamu sekalian di dalam mendekatkan diri kepada Allah dan berpegang teguhlah kamu sekalian terhadap apa yang kalian yakini: ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun di antara kamu sekalian yang selamat karena amal perbuatannya”(HR. Muslim).[35] c. Optimis Dari kisah di atas sifat optimis terlihat dari sikapnya yang selalu berharap dan minta pertolongan hanya kepada Allah, agar jangan sampai patah semangat dalam melawan Jalut dan tentaranya yang tidak sebanding dengan tentaranya Thalut yang semakin sedikit karena tidak kuasa menahan cobaan dan menghadapi ujian yang di berikan oleh Allah, dan mereka tetap optimis dengan sifat-sifat tersebut mereka dapat mengalahkan Jalut beserta tentaranya atas bantuan dan ijin dari Allah semata. Dengan optimis dan keyakinan untuk meraih kemenangan inilah, kemenangan yang sejati akan dapat diraih. Kemenangan untuk mengalahkan musuh negara dan musuh yang sebenarnya, yaitu hawa nafsu yang selalu bersemayam dalam hati setiap manusia. 3. Dalam kisah Thalut yang dituturkan diatas selain untuk memberi nesahat dan teladan. Kisah ini di dalamnya terdapat tuntunan-tuntunan yang dapat diambil hikmahnya. Banyak pelajaran dari orang-orang dahulu yang hidup pada masa Thalut. Seperti halnya ketika Thalut diangkat menjadi raja. Banyak yang mempertentangkannya, karena Thalut bukanlah dari kalangan bangsawan dan hartawan. Tetapi Allah telah melebihkannya dengan ilmu dan tubuh yang kuat. Dari sini bisa diambil pelajaran bahwa syarat mutlak untuk menjadi raja atau pemimpin bukanlah kebangsawanan dan kehartawanan. Karena sekalipun orangnya bangsawan dan hartawan, tetapi tidak mempunyai kebijaksanaan dan kemampuan, maka akan sulit menjadi raja atau pemimpin yang dapat memimpin rakyatnya dengan baik. Bahkan darah bangsawan itu banyak menjadikaan orang berotak tumpul, sehingga pendek pemikirannya, pendek akalnya serta tidak sehat jiwanya.[36] 4.Di samping itu, kisah Thalut juga mengandung anjuran/tarhib untuk berdoa di setiap keadaan yang kita hadapi. Hal ini terlihat ketika Thalut dan tentaranya menghadapi tentara Jalut yang jumlahnya sangat banyak, mereka berdoa kepada Allah agar diberi kesabaran dan pertolongan oleh Allah. Disamping itupula terdapat anjuran untuk berperang dengan gerakan-gerakan yang sesuai dengan ajaran al Qur’an.[37] 5.      Unsur yang keenam yaitu terdapat usur tarhib atau ancaman yang tersirat dalam kisah Thalut dan Jalut hal ini terlihat dalam ayat berikut: فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ  وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ] ٢:٢٤٦] Artinya: Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. dan Allah Maha mengetahui siapa orang-orang yang zalim. Secara tersirat Ayat tersebut menunjukkan jika mereka tidak mau berperang maka mereka termasuk orang zalim dan akan diazab diakhirat kelak. B.     Pelajaran Yang dapat diambil dari kisah Thalut Dan Jalut Dari kisah di atas terdapat hikmah yang sangat tinggi, apabila difahami tentang nilai-nilai pelajaran yang terkandung di dalamnya. Ketika kita menghadirkan dalam diri sendiri sebuah renungan bahwa al-Qur’an itu adalah kitab suci umat, pemimpinnya yang setia menasihati, madrasahnya di mana umat ini dapat menemukan pelajaran hidupnya, Allah Swt mendidik masyarakat muslim pertama dengan al-Qur’an itu, yang telah memberikan taufik kepada mereka untuk menegakkan konsepsinya (manhaj-nya) di muka bumi dan menumpukan semua peran besar ini kepada al-Qur’an, setelah dipersiapkan untuk mereka. Sesungguhnya Allah Swt menginginkan al-Qur’an menjadi pemandu yang tetap hidup setelah wafatnya Rasulullah Saw untuk membimbing generasi umat ini dan untuk mendidik dan mempersiapkannya memegang peran kepemimpinan yang arif yang telah dijanjikan-Nya, selama mereka mengikuti petunjuk-Nya, memegang janji-Nya, dan menyandarkan semua hidupnya kepada al-Qur’an, merasa bangga dengannya, dan menjunjungnya di atas semua konsepsi dunia yangbersifat jahiliyah. Thalut merupakan simbol dari kelompok mukmin sedangkan Jalut adalah simbol kelompok kafir. Kekuatan yang dimiliki oleh Thalut dan tentaranya tidaklah besar apabila dibandingkan dengan Jalut dan tentaranya. Beberapa pesan moral dari kisah Thalut yang dapat diambil pelajaran bagi masyarakat muslim di setiap masa adalah: 1.Pengujian semangat lahiriah dan emosi yang menyala-nyala pada jiwa kelompok masyarakat, hendaklah tidak berhenti pada ujian pertama. 2.Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki ilmu yang luas sehingga dapat mengendalikan pemerintahan dengan baik. 3.Ukuran kekuatan bukan berada di tangan orang-orang kafir yang berjumlah lebih banyak, melainkan di tangan Allah semata. 4.Dalam berjihad kondisi kejiwaan dan aspek spiritual dan kesabaran lebih diutamakan daripada mengandalkan kondisi eksternal materi. 5.Larangan menghina sesama manusia. 6.Bergaul dengan sesama manusia tidak membedakan pangkat dan harta 7.Memperbanyakkan doa dan munajat sebagai lambang pergantungan yang tinggi kepada Allah s.w.t. 8.Bersabar pada setiap ujian hidup dan selalu bertawakal pada Allah swt. 9.Anjuran bersifat optimis dan teguh pendirian dalam menghadapi rintang dan masalah.[38] C. DOA Didalam kisah Thalut dan Jalut terdapat suatu hikmah bahwa dianjurkan berdoa ketika dalam menghadapi musibah hal ini terlihat dalam surat al-Baqarah ayat 251 yang berbunyi: وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ [٢:٢٥٠] Artinya: Tatkala Jalut dan tentaranya Telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."

Rabu, 07 November 2012

MAKALAH BIOLOGI HASIL KREASI SISWI MTS MHC

-->
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga saya dapat menyelesaikan  Makalah ini, yang berjudul : Rekayasa DNA pada Tanaman.Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi kami selaku siswa dalam pemahaman pokok bahasan yang telah di sampaikan berikut sebagai acuan pembelajaran yang ditetapkan bagi siswa kelas III.
Dengan terselesaikannya makalah ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunannya terutama kepada :
1.      Bapak Irwan Sastra, S.D. S.Pd selaku Guru pembimbing kami dan pemateri.
2.      Kepada  Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa isi dari makalah  ini jauh dari sempurna,namun kita berharap kepada pembaca bersedia memakluminya dan bersedia memberi kritik serta sarannya nanti ketika presentasi.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.










Cipelang, 05 November 2012

Penyusun




i
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR……………………………………………………………….................. i
DAFTAR ISI ……………………………………………………....………………….………..ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................................................1
1.3 Tujuan dan manfaat …….......................................................................................................2


BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................................3

A. Pengertian Rekayasa DNA Pada Tanaman ............................................................................3
B. Masalah Rekayasa DNA Pada Tanaman…………………………………………...………..3
C. Penanggulangan Rekayasa DNA Pada Tanaman……....……………………………………4


BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………5
A. kesimpulan………………………………………………………………………………….5
B. Saran-saran……………………………….…………………………………………………5


DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................6






















ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar  Belakang

Bioteknologi bukan lagi sesuatu yang masih jauh. Meskipun memang  belum banyak realisasinya di pasar, namun bioteknologi telah menjadi ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan. Rekayasa DNA merupakan suatu bidang bioteknologi yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanaman secara genetis. Kemampuan tersebut  dapat dikembangkan untuk menstransfer DNA tertentu ke tanaman pertanian. Teknik ini merupakan rekayasa genetik yang memberikan jalan pintas untuk memasukkan gen unggul ke dalam tanaman yang diinginkan.
Namun, untuk menyelinap gen asing ke dalam DNA  tanaman masih terasa sulit. Hal ini disebabkan genetika tanaman sangat rumit. Walaupun demikian, usaha transformasi gen perlu ditingkatkan. Perantara yang dapat dipakai untuk transformasi DNA adalah mikroba mampu melakukan fiksasi nitrogen. Rekayasa genetika ternyata telah berhasil memindahkan gen nif dari bakteri pengikat nitrogen kedalam E.coli yang kemudian terbukti. Dikemukakan bahwa kenyataan ini memungkinkan kita untuk mengambil suatu gen atau sekelomnpok gen dari suatu sel dan mencangkokkan gen-gen itu kedalam sel tanaman lain.


1.2     Rumusan Masalah
Berdasarkan apa yang dikemukakan dalam latar belakang maka penulis menarik suatu rumusan masalah yaitu sebagai berikut :
1.      Penelitian tentang Rekayasa DNA pada Tanaman yang dapat memperbaiki sifat-sifat genetis.
2.      Pembuktian atau realisasi dari Rekayasa DNA pada Tanaman tersebut.












1
1.3    Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari penelitian ini adalah terumuskannya suatu masalah yang sering menimpa para pecinta tanaman maupun tumbuhan karena masalah petumbuhan yang tidak berjalan mulus serta pemilihan bibit tanaman unggul yang kurang berhasil sesuai dengan apa yang diinginkan. Manfaat yang diharapkan adalah terjawabnya suatu penelitian yang menyangkut Rekayasa  DNA  ( genetika ) pada  tanaman.






















2
BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Rekayasa DNA Pada Tanaman
Rekayasa DNA adalah  merupakan suatu bidang bioteknologi yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanaman secara genetis. Kemampuan tersebut  dapat dikembangkan untuk menstransfer DNA tertentu ke tanaman pertanian. Teknik ini merupakan rekayasa genetik yang memberikan jalan pintas untuk memasukkan gen unggul ke dalam tanaman yang diinginkan.
Namun, untuk menyelinap gen asing ke dalam DNA  tanaman masih terasa sulit. Hal ini disebabkan genetika tanaman sangat rumit. Walaupun demikian, usaha transformasi gen perlu ditingkatkan. Perantara yang dapat dipakai untuk transformasi DNA adalah mikroba mampu melakukan fiksasi nitrogen. Rekayasa genetika ternyata telah berhasil memindahkan gen nif dari bakteri pengikat nitrogen kedalam E.coli yang kemudian terbukti. Dikemukakan bahwa kenyataan ini memungkinkan kita untuk mengambil suatu gen atau sekelomnpok gen dari suatu sel dan mencangkokkan gen-gen itu kedalam sel tanaman lain.

B.   Masalah Rekayasa DNA Pada Tanaman
Kenyataan dilapangan dalam Rekayasa DNA tersebut ternyata mengalami masalah yang cukup serius.Proses untuk menyelinap gen asing ke dalam DNA tanaman masih terasa sulit. Hal ini disebabkan genetika tanaman sangat rumit. Walaupun demikian, usaha transformasi gen perlu ditingkatkan.
Dikemukakan bahwa pengikatan DNA menjadi lebih menarik dengan menyisipkan gen nif secara langsung ke dalam tanaman budidaya, sehingga kita tidak perlu menggunakan mikroba pengikat nitrogen. Pendekatan ini mengalami masalah serius karena sulit membuat sel tanaman supaya memperlakukan gen bakteri sebagai gennya sendiri. Secara khusus harus ditemukan cara tertentu untuk menjamin supaya tanaman mengintegrasikan gen nif  kedalam sistem genomnya.







3
C.   Penanggulangan Rekayasa DNA Pada Tanaman

Sebagai langkah penanggulangan dari Rekayasa DNA  maka kami menyimpulkan bahwa Rekayasa genetika ternyata telah berhasil memindahkan gen nif dari bakteri pengikat nitrogen kedalam E.coli yang kemudian ternyata mampu melakukan fiksasi nitrogen. Dikemukakan bahwa kenyataan ini memungkinkan kita untuk mengambil suatu gen atau sekelomnpok gen dari suatu sel dan mencangkokkan gen-gen itu kedalam sel tanaman lain.
Dikemukakan bahwa pengikatan DNA menjadi lebih menarik dengan menyisipkan gen nif secara langsung ke dalam tanaman budidaya, sehingga kita tidak perlu menggunakan mikroba pengikat nitrogen. Pendekatan ini mengalami masalah serius karena sulit membuat sel tanaman supaya memperlakukan gen bakteri sebagai gennya sendiri. Secara khusus harus ditemukan cara tertentu untuk menjamin supaya tanaman mengintegrasikan gen nif  kedalam sistem genomnya. Dalam tahun-tahun terakhir ini telah terjadi kemajuan besar dalam pemahaman dan aplikasi vektor yang dapat mengikat DNA asing ke dalam sel tanaman. Salah satu vertor yang paling terkenal adalah plasmid Ti.
Plasmid tersebut yang terkandung dalam Agrobacterium tumefaciens memberi harapan besar. DNA asing yang dipotong dengan enzim restriksi dapat disisipkan kedalan plasmid Ti, kemudian digunakan untuk menginfeksi tanaman yang dinginkan. Tindakan ini menghasilkan suatu bentuk bisul bermahkota seperti bentuk tumor. Semua sel tanaman pada pembengkakan ini mengandung plasmid Ti yang membawa potongan DNA asing. Dengan teknik kultur jaringan, sel-sel tersebut dapat menghasilkan tanaman baru yang dapat dipindahkan ke tanah untuk melanjutkan pertumbuhannya menjadi tanaman dewasa yang sempurna dan telah memiliki sifat yang baru.








4
BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Rekayasa DNA  adalah  merupakan suatu bidang bioteknologi yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanaman secara genetis.Untuk membuktikan hal tersebut  perlu di adakannya suatu penelitian ilmiah. Rekayasa genetik yang  memberikan jalan pintas untuk memasukkan gen unggul ke dalam tanaman yang diinginkan.

B.      Saran-saran
Harapan kami agar Rekayasa DNA ( genetik ) ini dapat menjawab masalah yang kerap di alami negara kita,terutama masyarakat yang mayoritasnya petani.Meski  hal ini terasa sulit tapi kami berharap Pihak Pemerintah selaku penguasa  memberi solusi serta bantuan tangan para Ahli Genetika untuk bisa berpartisipasi membantu masyarakat.
























5
DAFTAR PUSTAKA

-          Efendi, Division of Genetically Engineered Organisms Institute of Genetic Ecology, Tohoku University.
-          Temu Ilmiah II 1997, PPI Sendai, Tohoku University, Japan.

pendidikan

Pendidikan Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Filosofi pendidikan Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?] Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi. Fungsi pendidikan Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut: Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. Melestarikan kebudayaan. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi. Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut. Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya. Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut: Transmisi (pemindahan) kebudayaan. Memilih dan mengajarkan peranan sosial. Menjamin integrasi sosial. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. Sumber inovasi sosial.

Inilah keadaan sekolah tempat saya bernaung